Kamis, 30 April 2015

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

07.54 Posted by Bima prasetya adi pratama No comments
Pancasila sebagai
pandangan hidup bangsa Indonesia.


Arti pandangan hidup bagi sebuah bangsa

“Pandangan hidup suatu bangsa adalah suatu kristalisasi dari nilai-nilai
 yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan
menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya”
Pandangan hidup ialah wawasan menyeluruh terhadap kehidupan, yang
terdiri dari kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur.
 Pandangan Hidup adalah Konsep atau cara pandang manusia yang bersifat
mendasar tentang diri dan dirinya. Pandangan hidup berarti pendapat atau
 pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup
didunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran
manusia berdasarkan pengalaman sejarah berdasarkan waktu dan lingkungan
hidupnya.

Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas
kearah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan
hidup.
Dalam pandangan hidup ini terkandung :
a. konsep mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa.
b. pemikiran yang terdalam dan gagasan suatu bangsa mengenai wujud
kehidupan yang dianggap baik.
c. suatu kristalisasi dari suatu nilai-nilai yang dimilki oleh bangsa
itu sendiri yang diyakini kebenarannya dn menimbulkan tekad untuk
mewujudkannya.

Dengan demikian, pandangan hidup Pancasila bagi bangsa Indonesia, yang
Bhineka Tunggal Ika tersebut harus sebagai asas pemersatu bangsa.
Sehingga tidak boleh mematikan keanekaragaman yang ada di dalam Negara
Indonesia sendiri.



Pancasila dipahami sebagai pedoman, pegangan, dan petunjuk hidup.
Pancasila sebagai pandangan hidup berarti:

1. Memberikan jawaban terhadap tantangan dan hambatan dalam mewujudkan
kehidupan yang baik.
2. Konsep dasar kehidupan yang dicita-citakan bangsa Indonesia
3. Kristalisasi nilai yang diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia
dan menimbulkan tekad yang mewujudkannya.

Sebagai pandangan hidup, Pancasila menjadi arah semua kegiatan hidup.
Pancasila terpancar dalam seluruh tingkah laku insan Indonesia.
Manfaat pancasila sebagai pandangan hidup adalah sebagai berikut :
1. Menjadikan bangsa Indonesia berdiri kokoh sebagai bangsa merdeka dan
berdaulat.
2. Menjadi pedoman pemecahan permasalahan yang dihadapi.
3. Sebagai Pedoman Membangun dirinya sendiri dan hubungan dengan
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Arti pandangan hidup bagi sebuah bangsa “Pandangan hidup suatu bangsa adalah suatu kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya” Pandangan hidup ialah wawasan menyeluruh terhadap kehidupan, yang terdiri dari kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur. Pandangan Hidup adalah Konsep atau cara pandang manusia yang bersifat mendasar tentang diri dan dirinya. Pandangan hidup berarti pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup didunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah berdasarkan waktu dan lingkungan hidupnya. Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas kearah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup. Dalam pandangan hidup ini terkandung : a. konsep mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. b. pemikiran yang terdalam dan gagasan suatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. c. suatu kristalisasi dari suatu nilai-nilai yang dimilki oleh bangsa itu sendiri yang diyakini kebenarannya dn menimbulkan tekad untuk mewujudkannya. Dengan demikian, pandangan hidup Pancasila bagi bangsa Indonesia, yang Bhineka Tunggal Ika tersebut harus sebagai asas pemersatu bangsa. Sehingga tidak boleh mematikan keanekaragaman yang ada di dalam Negara Indonesia sendiri. Pancasila dipahami sebagai pedoman, pegangan, dan petunjuk hidup. Pancasila sebagai pandangan hidup berarti: 1. Memberikan jawaban terhadap tantangan dan hambatan dalam mewujudkan kehidupan yang baik. 2. Konsep dasar kehidupan yang dicita-citakan bangsa Indonesia 3. Kristalisasi nilai yang diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia dan menimbulkan tekad yang mewujudkannya. Sebagai pandangan hidup, Pancasila menjadi arah semua kegiatan hidup. Pancasila terpancar dalam seluruh tingkah laku insan Indonesia. Manfaat pancasila sebagai pandangan hidup adalah sebagai berikut : 1. Menjadikan bangsa Indonesia berdiri kokoh sebagai bangsa merdeka dan berdaulat. 2. Menjadi pedoman pemecahan permasalahan yang dihadapi. 3. Sebagai Pedoman Membangun dirinya sendiri dan hubungan dengan

Kamis, 26 Maret 2015

Budaya tari piring

20.16 Posted by Bima prasetya adi pratama No comments


Budaya tari piring

Tarian Piring adalah sebuah seni tarian milik orang Minangkabau yang berasal dari Sumatra Barat. Ia merupakan salah satu seni tarian Minangkabau yang masih diamalkan penduduk Negeri Sembilan keturunan Minangkabau.
Tarian ini memiliki gerakan yang menyerupai gerakan para petani semasa bercucuk tanam, lembuat kerja menuai dan sebagainya. Tarian ini juga melambangkan rasa gembira dan syukur dengan hasil tanaman mereka.
Tari piring diawali dengan rebana dan gong yang dimainkan pemusik, rangkaian tarian dimainkan secara besamaan oleh beberapa orang penari.Ragam gerakan yang menantang gravitasi kerap ditunjukan membuat para penonton merasa ‘ngeri’ akan jatuhnya piring-piring dari tangan penari. Sesekali terdengar bunyi gemerincing akibat ketukan cincin yang dipakai oleh penari ke pring-piring yang digunakan sebagai properti tarian.
Namun tarian ini sekarang kurang diminati oleh masyarakat Indonesia karena globalisasi dari luar masuk secara cepat dan kurang tersaring di Indonesia, bahkan Negara Malaysia mengklaim tarian ini sebagai tarian yang berasal dari Negara mereka , padahal tari piring merupakan tarian asli dari Indonesia

Pendapat saya tentang tari piring
Pemerintah seharusnya membuat lebih banyak lagi sanggar sanggar agar lebih banyak lagi orang yang mengenal tari-tarian yang ada di negri kita yang tercinta yaitu Indonesia raya.
Semoga di masa mendatang, tidak lagi ada tarian Indonesia yang di klaim oleh Negara lain, karena Negara kita ini merupakan Negara yang memiliki banyak sekali budaya-budaya maka dari itu kita harus lestarikan itu.

BUDAYA PEMBUANGAN SAMPAH SEMBARANGAN

07.11 Posted by Bima prasetya adi pratama No comments
BUDAYA PEMBUANGAN SAMPAH SEMBARANGAN

Membuang sampah sembarangan adalah masalah besar bagi bangsa Indonesia, karena beberapa waktu lalu Kota Bekasi dan Bandar Lampung dinobatkan sebagai kota terkotor di Indonesia, kini negera Indonesia-lah yang dinobatkan sebagai negara terkotor ketiga di dunia setelah India dan China.
Dampak menumpuknya sampah dalam lingkungan

sampah juga memiliki dampak besar bagi kesehatan manusia yaitu penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat dapat bercampur dengan air minum. Penyakit demam berdarah dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit) Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.Sampah beracun; Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.

Dari tugas ini saya akan memberikan opini atau pendapat saya tentang kebersihan di indonesia.
Menurut saya pemerintah seharusnya menambah lagi petugas – petugas kebersihan karena jumlah sampah yang ada di Indonesia tidak sepadan dengan jumlah petugas kebersihan yang ada.dan bukan hanya petugasnya saja yang di tambah, tetapi kesadaran masyarakat akan sampah harus di tingkatkan agar Negara kita bersih dan nyaman untuk ditinggali.
Semoga di masa mendatang, tidak lagi ada predikat negatif di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini.