Selasa, 24 November 2015

REVIEW JURNAL : Pengukuran Kesenjangan Digital di Institusi

05.50 Posted by Bima prasetya adi pratama No comments

Jurnal                     :  JURNAL SISTEM KOMPUTER , Vol.1 (No.2). pp. 71-75. ISSN 2087-4685
Judul                      : Pengukuran Kesenjangan Digital di Institusi Pemerintah Daerah
Penulis                   : Ike Pertiwi Windasari, Kridanto Surendro
Pe-review Jurnal  : Bima Prasetya Adi Pratama
Perguruan Tinggi : Universitas Gunadarma

SILABUS PEMBAHASAN




Pendahuluan
  • Latar BelakangLandasan Teori
  • Kesenjangan Digital
Kebutuhan Kemampuan TIK
Pencapaian Kemampuan TIK
Penghambat Adopsi TIK
E-GovermentAnalisis

Analisis
  • Analisis Masalah
  • Pemecahan Masalah
Kesimpulan

  1. PENDAHULUAN
kemampuan memanfaatkan TIK seperti komputer dan Internet merupakan hal yang penting untuk dapat memperoleh dan memanfaatkan informasi. Beberapa faktor dapat menyebabkan perbedaan akses dan kemampuan TIK seseorang. Dalam bidang pemerintahan, kemampuan TIK menjadi penting bila dihubungkan dengan penerapan egovernment yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah. Pemerataan kemampuan TIK SDM di pemerintahan merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan penerapan TIK di Indonesia. Hasil akhir yang diharapkan adalah model pengukuran untuk kesenjangan digital di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di lingkungan pemerintah kota Semarang.

  1. LANDASAN TEORI
Kesenjangan Digital
Pada awalnya kesenjangan digital didefinisikan sebagai perbedaan akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi (TIK), namun seiring perkembangannya, kesenjangan digital mulai mengalami pergeseran pengertian. Kesenjangan digital tidak lagi hanya merupakan kesenjangan antara mereka yang memiliki akses terhadap TIK dengan yang tidak. 
Kesenjangan digital juga merupakan kesenjangan antara mereka yang memiliki akses dan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan TIK dengan mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk menggunakannya (Hargittai, 2003; Dewan dkk, 2005). 
Dalam kesenjangan digital, terdapat tiga aspek utama yang saling berhubungan dan merupakan fokus yang perlu diperhatikan, sebagai berikut (Camacho, 2005; Servon, 2002):
  1. Akses/ infrastruktur (access/ infrastructure): Perbedaan kemampuan antar individu dalam perolehan akses atau infrastruktur TIK yang menyebabkan perbedaan distribusi informasi.
  2. Kemampuan (skill & training): Perbedaan kemampuan antar individu dalam memanfaatkan atau menggunakan akses dan infrastruktur yang telah diperoleh. Selanjutnya adalah perbedaan antar individu dalam upaya pencapaian kemampuan TIK yang dibutuhkan untuk dapat memanfaatkan akses dan infrastruktur TIK.
  3. Isi informasi (content/ resource): Perbedaan antar individu dalam memanfaatkan informasi yang tersedia setelah seseorang dapat mengakses dan menggunakan teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhannya.




  1. KEBUTUHAN KEMAMPUAN TIK
Penelitian yang dilakukan oleh Felstead dkk. (2002) menemukan bahwa semakin penting kebutuhan akan komputer dan Internet akan mempengaruhi tingkat kebutuhan kemampuan komputer. Tekanan kebutuhan kemampuan TIK akan secara tidak langsung mempengaruhi pekerja untuk dapat mencapai tingkat kemampuan yang dibutuhkan oleh lingkungan pekerjaannya. Dinyatakan juga bahwa tingkat kepentingan peralatan komputer dan Internet dalam pekerjaan dipengaruhi oleh jenis pekerjaan. Dari pernyataan ini dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kebutuhan kemampuan TIK akan mempengaruhi kesenjangan kemampuan yang merupakan komponen dari kesenjangan digital. 
  1. PENCAPAIAN KEMAMPUAN TIK
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa upaya pencapaian kemampuan TIK seseorang merupakan fokus yang perlu diperhatikan dalam kesenjangan digital (Camacho, 2005; Servon, 2002). Farhoomand dkk. dan Cragg dkk. dalam Dewan (2005) menemukan bahwa kurangnya pelatihan terhadap karyawan merupakan salah satu faktor penghambat adopi TIK. Su (2008) juga menemukan bahwa kurangnya pelatihan juga dianggap sebagai penghambat adopsi TIK terhadap tenaga pengajar.
  1. PENGHAMBAT ADOPSI TIK
Dalam rangka pengurangan kesenjangan digital, perlu diketahui hambatan-hambatan yang ada pada individu dalam adopsi teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi yang dapat menunjang terjadinya kesenjangan digital. Ertmer dalam Su (2008) mengklasifikasikan hambatan integrasi teknologi ini kedalam dua bentuk hambatan. Hambatan pertama dimaksudkan sebagai hambatan yang berada di luar individu tersebut, seperti tidak adanya akses dan pelatihan yang menyebabkan tidak mungkin terjadinya adopsi teknologi. Namun, mengatasi hambatan yang pertama tidak semerta-merta akan meningkatkan penggunaan teknologi pada seseorang. Hambatan yang kedua adalah hambatan yang berada pada pikiran seseorang yang yang tersembunyi dan berakar pada kebiasaan sehari-hari.  Hambatan yang kedua ini akan secara langsung mempengaruhi keefektifan penggunaan teknologi. 
  1. E-GOVERMENT
Definisi e-government menurut Bank Dunia adalah teknologi informasi dan komunikasi yang dimiliki pemerintah yang merubah hubungan dengan masyarakat, sektor swasta, dan kantor pemerintahan lain untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, akuntabiltas, transparansi, dan efisiensi pemerintah.
Pengembangan e-government merupakan upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas manajemen kepemerintahan dan pelayanan publik secara efektif dan efisien. 

  1. ANALISIS

    Anilisis Masalah

  1. Indeks kesenjangan digital cenderung semakin tinggi sesuai tingkat pendidikan, dan golongan. Indeks kesenjangan digital bila dilihat dari usia cenderung semakin rendah untuk grup usia yang lebih tua. Faktor usia ini cenderung lebih dominan dibandingkan yang lain terlihat dari faktor pendidikan, dimana grup S1, yang memiliki banyak anggota berusia diatas 45 tahun menyebabkan nilai indeksnya lebih rendah dari grup D3. Indeks kesenjangan digital berdasar jenis kelamin ternyata hampir tidak ada perbedaan sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kesenjangan antara pria dan wanita dalam lingkungan pekerjaan pemerintah kota Semarang.
  2. Hasil survey menunjukkan bahwa upaya pencapaian kemampuan TIK yang dilakukan responden masih dalam tingkat sedang, sementara tingkat kebutuhan kemampuan TIK di lingkungan pekerjaan tinggi dengan tingkat kebutuhan penggunaan komputer yang sangat tinggi Upaya pencapaian TIK yang berupa pelatihan TIK dan pengadaan pelatihan oleh organisasi masih dianggap kurang. Penghambat adopsi TIK yang paling besar adalah kurangnya pelatihan TIK yang diadakan.

Pemecahan Masalah
Terdapat perbedaan tingkat kemampuan TIK pegawai berdasar keikutsertaan pada pelatihan TIK. Tingkat literasi pegawai yang pernah mengikuti pelatihan TIK lebih tinggi dari yang belum pernah mengikuti pelatihan TIK, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pelatihan TIK dapat meningkatkan tingkat kemampuan TIK baik untuk pegawai laki-laki maupun perempuan secara signifikan.


  1. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
  1. Dalam penelitian ini dihasilkan empat variabel yaitu indeks kesenjangan digital, pencapaian kemampuan TIK, kebutuhan kemampuan TIK, dan penghambat adopsi TIK.
  2. Variabel kebutuhan kemampuan TIK (X1), pencapaian kemampuan TIK (X2), dan penghambat adopsi TIK (X3) secara bersama-sama memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap kesenjangan digital (Y). 
  3. Kondisi saat ini dalam pemerintah kota Semarang menunjukkan bahwa hambatan adopsi TIK yang terbesar adalah kurangnya pelatihan. Selain itu upaya pencapaian TIK yang dilakukan pegawai untuk mengikuti pelatihan TIK dianggap masih kurang. Begitu pula dengan pengadaan pelatihan TIK oleh organisasi yang juga masih dianggap kurang.
  4. Pelatihan TIK berpengaruh terhadap tingkat kemampuan TIK baik untuk pegawai laki-laki maupun perempuan secara signifikan.
    Terdapat beberapa saran dari hasil penelitian yaitu sebagai berikut :
  1. Hasil penelitian ini menunjukkan besarnya pengaruh variabel di luar variabel penelitian terhadap kesenjangan digital, sehingga sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan variabel-variabel lain yang berpengaruh. 
  2. Penelitian selanjutnya dapat meneliti elemen lain dari






Jumat, 09 Oktober 2015

Kesenjangan digital: kelangkaan, ketimpangan dan konflik

06.03 Posted by Bima prasetya adi pratama No comments

Konsep Dasar Digital Divide (Kesenjangan Digital)

Istilah ”kesenjangan digital” secara sederhana dijelaskan sebagai

ketidaksamaan dalam hal akses pada komputer dan internet antara

kelompok yang didasarkan pada satu atau lebih identifikasi sosial dan

kultural. Sebagai contoh kesenjangan digital adalah perbedaan akses pada

komputer dan internet antara kelompok wanita dan pria, usia tua dan

muda. 

Berdasarkan OECD tahun 2001, kesenjangan digital didefinisikan sebagai

berikut:

"....the gap between individuals, households, businesses and geographic areas at different socio-economic levels with regard both to their opportunities to access information and communication technologies (ITs) and to their use of the Internet for a wide variety of activities ".1  

Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kesenjangan

terjadi antara tingkat individu, rumah tangga,bisnis, dan area geografi yang

tingkat sosial ekonominya berbeda, berdasarkan kesempatan mereka untuk

mengakses teknologi informasi dan komunikasi.

PENYEBAB TERJADINYA KESENJANGAN DIGITAL

  1. Infrastruktur
  2. Kekurangan skill (SDM)
  3. Kekurangan isi / materi (content)
  4. Kurangnya pemanfaatan akan internet itu sendiri




Dampak positif kesenjangan digital bagi sebagian orang yang belum mengenal atau menerapkan teknologi adalah masyarakat dapat termotifasi untuk ambil bagian dalam peningkatan teknologi informasi.




Dampak negatif kesenjangan digital




# Bagi mereka yang mampu menghasilkan teknologi dan sekaligus memanfaatkan teknologi memiliki peluang lebih besar untuk mengelola sumber daya ekonomi, sementara yang tidak memiliki teknologi harus puas sebagai penonton saja. Akibatnya yang kaya semakin kaya dan yang miskin tetap miskin.

# Kemajuan Teknologi Informasi itu terlahir dari sebuah kemajuan zaman, bahkan mungkin ada yang menolak anggapan, semakin tinggi tingkat kemajuan yang ada, semakin tinggi pula tingkat kriminalitas yang terjadi.




SOLUSI MENGURANGI KESENJANGAN DIGITAL




a. Penyedian infrastruktur yang memadai

b. Memberikan penyuluhan tenteng kemajuan teknologi informasi

c. Pembangunan fasilitas telekomunikasi antara kota dan desa


Rabu, 29 Juli 2015

MANUSIA DAN HARAPAN

04.59 Posted by Bima prasetya adi pratama No comments


Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung paa pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh.

PERSAMAAN HARAPAN DAN CITA-CITA

Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat. Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya.
Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Menurut Maslow sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sabtu, 30 Mei 2015

MANUSIA DAN PENDERITAAN

08.29 Posted by Bima prasetya adi pratama No comments

Setiap manusia yang
hidup dimuka bumi ini pasti pernah merasakan sebuah penderitaan. Baik
penderitaan hati, bathin, jiwa, lingkungan dan juga alam. Sangat banyak
penderitaan yang terdapat didunia ini dari yang kecil hingga yang
terbesar. Tetapi semua penderitaan itu terjadi akibat faktor manusia itu
 sendiri. Setiap penderitaanpun memiliki banyak dampak juga untuk yang
mengalaminya.
Penderitaan adalah bahasa yang sering kita dengar. Penderitaan berasal 
dari kata derita.Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra artinya
 menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan
sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan bisa bersifat lahir dan
bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda –beda.
Manusia dikatakan menderita apa bila dia memiliki masalah, depresi
karena tekanan hidup, dan lain lain.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan
manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar
dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam
hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. 
Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain,
apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Menurut agama penderitaan itu adalah teguran dari tuhan. Penderitaan ada
 yang ringan dan berat contoh penderitaan yang ringan adalah ketika
seseorang mengalami kegagalan dalam menggapai keinginannya. Sedangkan
contoh dari penderitaan berat adalah ketika seorang manusia mengalami
kejadian pahit dalam hidupnya hingga ia merasa tertekan jiwanya sampai
terkadang Ingin mengakhiri hidupnya.
Penderitaan adalah termasuk realitas manusia di dunia. Namun peranan
individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas
penderitaan.Suatupristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum
 tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitaan adalah bagian
dari kehidupan.
Bencana, tidak ada seorang pun yang dapat menghindari bencana yang tuhan
 berikan. Bencana bisa kapan saja dating dan menimpa siapa saja bahkan
seringkali mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma batin yang
diakibatkan karena bencana juga sulit di sembuhkan.

Kamis, 30 April 2015

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

07.54 Posted by Bima prasetya adi pratama No comments
Pancasila sebagai
pandangan hidup bangsa Indonesia.


Arti pandangan hidup bagi sebuah bangsa

“Pandangan hidup suatu bangsa adalah suatu kristalisasi dari nilai-nilai
 yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan
menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya”
Pandangan hidup ialah wawasan menyeluruh terhadap kehidupan, yang
terdiri dari kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur.
 Pandangan Hidup adalah Konsep atau cara pandang manusia yang bersifat
mendasar tentang diri dan dirinya. Pandangan hidup berarti pendapat atau
 pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup
didunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran
manusia berdasarkan pengalaman sejarah berdasarkan waktu dan lingkungan
hidupnya.

Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas
kearah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan
hidup.
Dalam pandangan hidup ini terkandung :
a. konsep mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa.
b. pemikiran yang terdalam dan gagasan suatu bangsa mengenai wujud
kehidupan yang dianggap baik.
c. suatu kristalisasi dari suatu nilai-nilai yang dimilki oleh bangsa
itu sendiri yang diyakini kebenarannya dn menimbulkan tekad untuk
mewujudkannya.

Dengan demikian, pandangan hidup Pancasila bagi bangsa Indonesia, yang
Bhineka Tunggal Ika tersebut harus sebagai asas pemersatu bangsa.
Sehingga tidak boleh mematikan keanekaragaman yang ada di dalam Negara
Indonesia sendiri.



Pancasila dipahami sebagai pedoman, pegangan, dan petunjuk hidup.
Pancasila sebagai pandangan hidup berarti:

1. Memberikan jawaban terhadap tantangan dan hambatan dalam mewujudkan
kehidupan yang baik.
2. Konsep dasar kehidupan yang dicita-citakan bangsa Indonesia
3. Kristalisasi nilai yang diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia
dan menimbulkan tekad yang mewujudkannya.

Sebagai pandangan hidup, Pancasila menjadi arah semua kegiatan hidup.
Pancasila terpancar dalam seluruh tingkah laku insan Indonesia.
Manfaat pancasila sebagai pandangan hidup adalah sebagai berikut :
1. Menjadikan bangsa Indonesia berdiri kokoh sebagai bangsa merdeka dan
berdaulat.
2. Menjadi pedoman pemecahan permasalahan yang dihadapi.
3. Sebagai Pedoman Membangun dirinya sendiri dan hubungan dengan
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Arti pandangan hidup bagi sebuah bangsa “Pandangan hidup suatu bangsa adalah suatu kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya” Pandangan hidup ialah wawasan menyeluruh terhadap kehidupan, yang terdiri dari kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur. Pandangan Hidup adalah Konsep atau cara pandang manusia yang bersifat mendasar tentang diri dan dirinya. Pandangan hidup berarti pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup didunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah berdasarkan waktu dan lingkungan hidupnya. Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas kearah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup. Dalam pandangan hidup ini terkandung : a. konsep mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. b. pemikiran yang terdalam dan gagasan suatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. c. suatu kristalisasi dari suatu nilai-nilai yang dimilki oleh bangsa itu sendiri yang diyakini kebenarannya dn menimbulkan tekad untuk mewujudkannya. Dengan demikian, pandangan hidup Pancasila bagi bangsa Indonesia, yang Bhineka Tunggal Ika tersebut harus sebagai asas pemersatu bangsa. Sehingga tidak boleh mematikan keanekaragaman yang ada di dalam Negara Indonesia sendiri. Pancasila dipahami sebagai pedoman, pegangan, dan petunjuk hidup. Pancasila sebagai pandangan hidup berarti: 1. Memberikan jawaban terhadap tantangan dan hambatan dalam mewujudkan kehidupan yang baik. 2. Konsep dasar kehidupan yang dicita-citakan bangsa Indonesia 3. Kristalisasi nilai yang diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia dan menimbulkan tekad yang mewujudkannya. Sebagai pandangan hidup, Pancasila menjadi arah semua kegiatan hidup. Pancasila terpancar dalam seluruh tingkah laku insan Indonesia. Manfaat pancasila sebagai pandangan hidup adalah sebagai berikut : 1. Menjadikan bangsa Indonesia berdiri kokoh sebagai bangsa merdeka dan berdaulat. 2. Menjadi pedoman pemecahan permasalahan yang dihadapi. 3. Sebagai Pedoman Membangun dirinya sendiri dan hubungan dengan

Kamis, 26 Maret 2015

Budaya tari piring

20.16 Posted by Bima prasetya adi pratama No comments


Budaya tari piring

Tarian Piring adalah sebuah seni tarian milik orang Minangkabau yang berasal dari Sumatra Barat. Ia merupakan salah satu seni tarian Minangkabau yang masih diamalkan penduduk Negeri Sembilan keturunan Minangkabau.
Tarian ini memiliki gerakan yang menyerupai gerakan para petani semasa bercucuk tanam, lembuat kerja menuai dan sebagainya. Tarian ini juga melambangkan rasa gembira dan syukur dengan hasil tanaman mereka.
Tari piring diawali dengan rebana dan gong yang dimainkan pemusik, rangkaian tarian dimainkan secara besamaan oleh beberapa orang penari.Ragam gerakan yang menantang gravitasi kerap ditunjukan membuat para penonton merasa ‘ngeri’ akan jatuhnya piring-piring dari tangan penari. Sesekali terdengar bunyi gemerincing akibat ketukan cincin yang dipakai oleh penari ke pring-piring yang digunakan sebagai properti tarian.
Namun tarian ini sekarang kurang diminati oleh masyarakat Indonesia karena globalisasi dari luar masuk secara cepat dan kurang tersaring di Indonesia, bahkan Negara Malaysia mengklaim tarian ini sebagai tarian yang berasal dari Negara mereka , padahal tari piring merupakan tarian asli dari Indonesia

Pendapat saya tentang tari piring
Pemerintah seharusnya membuat lebih banyak lagi sanggar sanggar agar lebih banyak lagi orang yang mengenal tari-tarian yang ada di negri kita yang tercinta yaitu Indonesia raya.
Semoga di masa mendatang, tidak lagi ada tarian Indonesia yang di klaim oleh Negara lain, karena Negara kita ini merupakan Negara yang memiliki banyak sekali budaya-budaya maka dari itu kita harus lestarikan itu.

BUDAYA PEMBUANGAN SAMPAH SEMBARANGAN

07.11 Posted by Bima prasetya adi pratama No comments
BUDAYA PEMBUANGAN SAMPAH SEMBARANGAN

Membuang sampah sembarangan adalah masalah besar bagi bangsa Indonesia, karena beberapa waktu lalu Kota Bekasi dan Bandar Lampung dinobatkan sebagai kota terkotor di Indonesia, kini negera Indonesia-lah yang dinobatkan sebagai negara terkotor ketiga di dunia setelah India dan China.
Dampak menumpuknya sampah dalam lingkungan

sampah juga memiliki dampak besar bagi kesehatan manusia yaitu penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat dapat bercampur dengan air minum. Penyakit demam berdarah dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit) Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.Sampah beracun; Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.

Dari tugas ini saya akan memberikan opini atau pendapat saya tentang kebersihan di indonesia.
Menurut saya pemerintah seharusnya menambah lagi petugas – petugas kebersihan karena jumlah sampah yang ada di Indonesia tidak sepadan dengan jumlah petugas kebersihan yang ada.dan bukan hanya petugasnya saja yang di tambah, tetapi kesadaran masyarakat akan sampah harus di tingkatkan agar Negara kita bersih dan nyaman untuk ditinggali.
Semoga di masa mendatang, tidak lagi ada predikat negatif di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini.